Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Ini adalah komparasi diantara ketiga lagu tersebut.
Mana yang duluan muncul tentu anda yang ahli dalam bidang sejarah musik yang lebih pantas memberikan komentar.
Jadi sebaiknya jangan pada terpancing sebelum tahu akar masalahnya.

Silahkan anda nilai.

Terang Bulan


Negaraku


Mamula Moon


Ini berita dari Metro TV untuk penjelasan.


Ingat, jangan asal ikutan bicara kalau sumbernya nggak jelas.
Begitu juga dengan Pers/Media
OK!
:)




--

Posted By cahPamulang to cahPamulang at 9/01/2009 08:57:00 AM

12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
pakdin wrote on Aug 31, '09
bagus...kita warga malaysia juga akui lagu negara adalah diambil iramanya dari Memoola Moon sewaktu sultan Idris di penjarakan di Seyceles beliaulah yang membawa irama ini pulang...
cahpamulang wrote on Aug 31, '09
yap .. saling cross chek itu penting
satria248 wrote on Aug 31, '09
yap .. saling cross chek itu penting
harus itu....

emang sebenernya peran media itu penting. Jangan sampai malah ikut memanas - manasi.
cahpamulang wrote on Sep 1, '09
ho-oh
cahpamulang wrote on Sep 1, '09
karena kalau ternyata terang bulan kalah tua sama mamula moon berarti bisa jadi itu adabtasi juga bukan?

kan jadi isin sudah berkoar kesana kemari bila ternyata iya adanya.
:(
sabar-sabar-sabar
satria248 wrote on Sep 1, '09
iya...
Banyak yang nggak pengen Asia Tenggara bersatu & Bangkit.
KONSPIRASI
cahpamulang wrote on Sep 1, '09
Krisbiantoro bilang judul aslinya Malayan Moon atau Malaya Moon ... baru dicari sourcenya
cahpamulang wrote on Sep 1, '09, edited on Sep 1, '09
Krisbiantoro bilang judul aslinya Malayan Moon atau Malaya Moon ... baru dicari sourcenya
http://berita.liputan6.com/sosbud/200909/242684/.Kris.Biantoro.quotTerang.Bulanquot.Bermula.dari.Inggris
01/09/2009 15:24
Liputan6.com, Jakarta: Musisi senior Kris Biantoro mengomentari lagu Terang Bulan. Menurut pemilik nama asli Rahmat Riyadi itu, Terang Bulan yang menjadi polemik Indonesia-Malaysia ternyata berawal dari tembang Malayan Moon karya seniman Inggris, Selasa (1/9). "Lagu Terang Bulan itu asalnya adalah Malayan Moon yang membuat adalah seorang musisi kalau enggak Amerika, ya Inggris. Tapi saya lebih cenderung Inggris," ujar penyanyi senior yang telah genap berusia 71 tahun.

Tapi ada versi yang berbeda dari versi Kris Biantoro. Menurut Perusahaan Rekaman Nasional Lokananta, Terang Bulan adalah lagu karangan seniman Tanah Air. Presiden Soekarno kemudian dikabarkan memberikan suvenir piringan hitam kepada pemerintah Malaysia dan jadilah lagu kebangsaan Negeri Jiran, yakni Negaraku [baca: Lagu Kebangsaan Malaysia Diduga Jiplakan].

Terang Bulan juga disebut-sebut sebagai lagu adopsi dari tembang populer di Prancis sekitar tahun 1850. Jadi dari mana asal lagu Terang Bulan? Begitu semrawut seni budaya Indonesia-Malaysia membuat hubungan kedua Negara kian panas. Bisa jadi hal ini terus berlanjut, mengingat tidak ada perjanjian internasional yang mengatur soal kepemilikan seni budaya. Pun sanksi bagi negara yang mengklaim seni budaya negara lain. Simak selengkapnya di video.(ASW/ANS)

cahpamulang wrote on Sep 1, '09
History
At the time of independence, each of the eleven States of Malaya that made up the Federation had their own anthem, but there was no anthem for the Federation as a whole. Tunku Abdul Rahman, at the time the Chief Minister and Minister for Home Affairs, organized and presided over a committee for the purpose of choosing a suitable national anthem. On his suggestion, a worldwide competition was launched. 514 entries were received from all over the world including a special submission from recording artist Is'real Benton. None were deemed suitable.

Next the committee decided to invite selected composers of international repute to submit compositions for consideration. The composers chosen were Benjamin Britten, Sir William Walton who had recently composed the march for Queen Elizabeth II's coronation, the American opera composer Gian Carlo Menotti and Zubir Said, who later composed Majulah Singapura, the anthem of Singapore. They were all turned down too.

The Committee then turned to the Perak State Anthem. On August 5 1957 it was selected on account of the "traditional flavour" of its melody. New lyrics for the National Anthem were written jointly by the Panel of Judges— with the Tunku himself playing the leading role.

At the time this melody was, while still the State Anthem of Perak, Allah Lanjutkan Usia Sultan.

The song had been very popular on the island of Mahé in the Seychelles. where the Sultan of Perak had formerly been living in exile. He heard it at a public band concert on the island, a song to a popular French melody, originally composed by the lyricist Pierre-Jean de Béranger (1780-1857), who was born and died in Paris. When Sultan Idris Murshidul’adzam Shah who was the Ruler of the State of Perak from 1887 to 1916 represented the Malay Rulers of the Federated Malay States at the installation ceremony of King Eward VII in 1901, his protocol officer was asked what his state anthem was. Realizing that his state did not in fact possess an anthem, he, in order not to appear backward in front of his hosts, proceeded to hum the aforementioned tune. Thus was an anthem born.[3]

The anthem was given a new quick march beat in 1992, which proved unpopular. Some Malaysians have gone as far as to say that the altered tempo resembled circus music, and was the subject of much derision. In July, 2003 it was reported in the Malaysian press that the anthem would be rearranged for the second time after that and the title and lyric would be changed from Negaraku to Malaysiaku. There was a public outcry of dismay and the change of name was scrapped, but the anthem was re-arranged and returned to the pre-1992 pace by composer Wah Idris.
pakdin wrote on Sep 1, '09
he he he he udah lah bang....aku sebagai warga Malaysia akui ajah lagu Negaraku itu bukan ciptaan asli orang Melayu..toh musiknya kan ala-ala Barat. Kalau mau dengar lagu lenggok Melayu totok coba dengar lagu negara bagian Negeri Perlis dan Kedah ada gendang "tak tung, tak tung,tak tung" langgam Melayu...ada itu di youtube...
cahpamulang wrote on Sep 3, '09, edited on Sep 3, '09
kalem pakdin.... ini semua demi pencerahan kedua pihak kok.
salam ya buat sobat disana
:)
Add a Comment